Tuesday, March 7, 2017

Suatu sore di Kompleks Fort Japara XVI di Gunung Loji Jepara

March 07, 2017 0
Suatu sore, di kompleks Fort Japara XVI di Gunung Loji Jepara. Pulang kerja dan bingung mau ke mana? Saat ada fenomena Om Telolet Om, ratusan warga ke area Ngabul untuk mengejar suara bis malam. Ketika sudah reda, Patung 3 Perempuan Ngabul menjadi tempat ngehits menghabiskan sore sambil mendengar suara klakson bis malam tanpa susah-susah membawa tulisan. Sudah pasti mendengar klakson telolet!


Eits... tapi kan itu di area Ngabul... Jika di area Jepara kota? Alun-alun menjadi sasaran. Percaya atau tidak, pedagang kaki lima kembali menjamur tanpa ada yang menertibkan. Mungkin karena semua fokus ke Pilkada Jepara tanggal 15 Februari 2017 nanti. Siapa yang berani menguri-uri pedagang kecil itu? Pastinya takut dianggap tidak pro rakyat.

Psst... di dekat alun-alun ada bangunan baru. Bangunan ini membuat warga Jepara bisa menyaksikan view lanskap Jepara dari atas. Memang belum jadi, sih...  tetapi, melihat tidak adanya material di sekitar bangunan, kemungkinan besar proyek terhenti di tengah jalan. Meski belum jadi, sudah banyak warga yang datang tuk mengabadikan keindahan kota Jepara dari atas. Seperti inilah pemandangan di kompleks Fort Japara XVI tanggal 19 Januari 2017 kemarin. Ternyata kompleks ini tetap ramai di sore hari. Ada yang sekadar duduk, bercengkrama, melihat lanskap Jepara, dan ada beberapa rombongan yang berziarah kubur.

Di mana lokasi gunung Loji Jepara?

Mungkin tak banyak yang tahu nama ini. Loji, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti gedung besar, kantor atau benteng kompeni pada masa penjajahan Belanda. Nah, dekat alun-alun Jepara, ada sebuah bukit kecil dengan ketinggian 85 dpl yang oleh penduduk disebut gunung Loji. Di sini memang pernah dijadikan benteng pertahanan VOC atau kompeni pada abad XVI. Sebagai lokasi sejarah, area ini dijadikan tempat konservasi. Sebuah gerbang dibangun kembali dalam bentuk yang sama, sesuai sket. Juga bangunan-bangunan bergaya belanda lain di 3 arah mata angin, tempat para serdadu VOC melakukan pengawasan terhadap area jajahannya.


Di sekitar benteng, terdapat taman makam Giri Dharma, kompleks pemakaman Islam, Kristen, dan China. Juga terdapat taman aneka buah. Di bawah benteng, terdapat sebuah gua yang oleh warga disebut Gua Jepang.